<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>house of mels</title>
	<atom:link href="http://melsmangunsong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://melsmangunsong.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 00:46:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='melsmangunsong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a884948b06321dce2bd676e27c20799f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>house of mels</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>kosong</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/11/15/kosong/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/11/15/kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 20:08:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/11/15/kosong/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;pernahkah kau merasa, tidak pernah merasa sepi?&#8221;
aku tak pernah! aku selalu merasakannya!
kosong!
&#160;
(monty tiwa)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=152&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;pernahkah kau merasa, tidak pernah merasa sepi?&#8221;</p>
<p>aku tak pernah! aku selalu merasakannya!</p>
<p>kosong!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(monty tiwa)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=152&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/11/15/kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>yang terbaik, biasanya sulit!</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/11/14/yang-terbaik-biasanya-sulit/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/11/14/yang-terbaik-biasanya-sulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 05:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Sejak minggu lalu, pikiran saya dirisaukan oleh sebuah keputusan besar yang harus saya buat. Saya katakan keputusan besar, karena apapun yang akan ke luar dari mulut saya, akan berpengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang. Tentu saya terbeban, tentu sulit sekali!
Masalahnya tidak akan membuat saya pusing tujuh keliling bila keputusan yang harus diambil merupakan sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=148&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sejak minggu lalu, pikiran saya dirisaukan oleh sebuah keputusan besar yang harus saya buat. Saya katakan keputusan besar, karena apapun yang akan ke luar dari mulut saya, akan berpengaruh besar terhadap perjalanan hidup seseorang. Tentu saya terbeban, tentu sulit sekali!</p>
<p>Masalahnya tidak akan membuat saya pusing tujuh keliling bila keputusan yang harus diambil merupakan sesuatu yang sifatnya menyenangkan. Sebaliknya, karena keputusannya kemungkinan besar menyedihkan, bahkan mungkin menyakitkan, sehingga saya tidak berhenti memikirkannya. Terkadang sampai menangis saking tidak kuasanya.</p>
<p>Namun, pada akhirnya saya mencoba untuk menggunakan seluruh akal sehat dan kemampuan berempati yang saya miliki. Berusaha sekuat tenaga untuk tidak terjebak dalam tekanan simpati, yang akan membuat saya mengambil keputusan hanya berdasarkan rasa kasihan. Pada akhirnya, rapat besar akal sehat, hati, dan empati memutuskan bahwa saya harus mengambil keputusan terpahit. Keputusan yang sebenarnya sangat saya hindari dan tidak ingin sentuh sama sekali.</p>
<p>Berulang kali saya mencoba menangguhkan keputusan tersebut, tawar-menawar dengan diri sendiri agar membatalkan keputusan tersebut. Namun keputusan ternyata sudah begitu bulat, sehingga apapun usaha saya untuk bernegosiasi dengan diri sendiri menjadi sia-sia.</p>
<p>Akhirnya saya pun harus menyampaikan hal tersebut kepada mereka yang bersangkutan. Bukan saya eksekutornya, tetapi saya hadir mendampingi. Hmm, mungkin tidak tepat bila disebut mendampingi, karena pada saat itu saya hanya bisa terdiam. Seribu bahasa, seribu kata. Selain karena hal tersebut di luar wewenang saya, tapi saya juga yakin bila saya berusaha mengucap satu kalimat pun, pasti segera terhenti oleh tangisan.</p>
<p>Situasi saat itu masih terekam jelas di benak saya. Saat sang pelindung marah besar, maupun ketika sang pangeran remaja menatap saya seolah mengatakan, &#8220;Tolong saya&#8221;. Mirisnya, saya hanya bisa terdiam, meski di hati hancur sekali. Sakit banget! Seolah saya menjadi algojo penjagal yang tidak peduli dengan perasaan orang lain. Padahal tidak begitu! Saya begitu rapuh saat itu, hingga sulit berpikir dan merasa. Betul-betul hambar.</p>
<p>Berhari-hari saya mencoba berdamai dengan perasaan hancur ini, sambil sibuk berkontemplasi dengan diri sendiri. Hingga pada suatu hari saya terpikir untuk mencari analogi yang tepat dengan perasaan yang saya alami saat ini. Secara tiba-tiba, teringat saat di mana saya sering marah dan berteriak kepada Tuhan, terutama saat berada di saat-saat terjatuh dalam hidup saya. &#8220;Why God?!&#8221;, &#8220;Nggak adil!&#8221;, &#8220;Why do You hate me that bad?!&#8221;, dan lain sebagainya.</p>
<p>Mengingat semua pertanyaan yang tidak pernah terjawab itu, saya jadi membayangkan posisi saya saat ini. Bisa jadi, para pihak yang bersangkutan sedang bertanya hal serupa kepada saya. Tatapan nanar sang pangeran remaja mungkin ingin menanyakan, &#8220;Why didn&#8217;t you help me, Mels? Why do you give up on me?&#8221;.</p>
<p>Inilah yang kemudian secara mengejutkan menyadarkan saya mengenai proses apa yang sedang terjadi ketika Tuhan saya memberikan cobaan berat kepada saya. Mengenai konsep bahwa &#8220;ia memberi cobaan agar kita menjadi lebih kuat dan tegar&#8221;, itu saya pahami sejak lama. Namun bahwa &#8220;ia pun merasa berat dan mungkin juga tersiksa melihat saya menderita&#8221;, itu baru saya rasakan. Ketika saya menangis, ketika saya terluka dengan peluh bercucuran, bisa jadi saat itu Tuhan saya sedang merasa sakit yang luar biasa, sama seperti ketika hati saya hancur melihat reaksi sang pangeran remaja.</p>
<p>Saya sendiri tidak menyangka efek kisah sang pangeran remaja akan jadi sebesar yang saya alami saat ini. Bagaimana hidup seseorang segitu berpengaruhnya terhadap saya. Sedarah bukan, sepermainan juga bukan. Namun, paling tidak sesi berbincang-bincang yang penuh kedalaman dengannya telah menjalin ikatan cukup kuat antara saya dengannya. Paling tidak itu yang saya rasakan.</p>
<p>Melihat seseorang yang saya beri perhatian penuh jadi menderita, ternyata bukan sesuatu yang menyenangkan. Ada keragu-raguan, ada perasaan bersalah, dan yang pasti ada keinginan untuk terus-menerus untuk meminta maaf. Saya pun membayangkan kaitannya dengan Tuhan saya. Bisa jadi itu juga yang ia rasakan setiap kali harus memberikan cobaan demi mengukir karakter saya sesuai yang ia inginkan. Kalau boleh memilih, mungkin ia ingin menarik kembali semua cobaan tersebut.</p>
<p>Namun, ia tidak lakukan itu. Atas dasar semangat untuk mendidik saya, ia mencoba bertahan menahan semua rasa miris hati itu. Dan sama seperti Tuhan saya yang terus bertahan untuk menahan sakit yang dirasakannya saat melihat saya menderita, saya pun mungkin diminta untuk mampu berdiri tangguh, meskipun rasa saya tercabik-cabik setiap kali mengingat kejadian tersebut.</p>
<p>Karena terkadang yang terbaik, justru yang paling sulit untuk dilakukan. Biarlah terjadi, apa yang memang diciptakan untuk terjadi.</p>
<p><em>And you! I wish i shouldn&#8217;t have to make that decision. But, deeply sorry, i have to do that. I know you&#8217;ll be happy after this. You&#8217;ll be allright!<br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=148&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/11/14/yang-terbaik-biasanya-sulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cinta tak sempurna</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/09/11/cinta-tak-sempurna/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/09/11/cinta-tak-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 13:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Minggu kemarin, tidak ada kerjaan, saya iseng berjalan-jalan di rumah facebook. Mulai dari mengintip 1st degree friends saya, sampai iseng nguping di 2nd degree friends saya (kalau gak temennya temen saya yang kece, temen-temen artisnya beberapa temen saya, atau pacarnya temen saya! hihihi). Nah, ketika lagi nyasar ke subyek terakhir tadi, pacarnya temen saya, tiba-tiba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=141&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Minggu kemarin, tidak ada kerjaan, saya iseng berjalan-jalan di rumah facebook. Mulai dari mengintip 1st degree friends saya, sampai iseng nguping di 2nd degree friends saya (kalau gak temennya temen saya yang kece, temen-temen artisnya beberapa temen saya, atau pacarnya temen saya! hihihi). Nah, ketika lagi nyasar ke subyek terakhir tadi, pacarnya temen saya, tiba-tiba saya menemukan postingan menarik yang dikirim oleh pacar dia (temen saya).</p>
<p>Isi postingannya adalah sebuah video singkat, semacam trailler dari film Indonesia yang mengetengahkan mengenai perbedaan agama. Hmm, kebetulan temen saya dan pacarnya itu memang memiliki keyakinan berbeda. Ini beberapa kutipan yang saya ingat dari trailler tersebut.</p>
<p>&#8220;Jika Tuhan menciptakan manusia secara berbeda-beda, maka mengapa ia harus disembah dengan cara yang sama pula?&#8221;</p>
<p>dan yang terakhir, yang sedikit menohok saya adalah adegan ketika kedua pasang ini sedang berdoa sebelum makan. Mereka bilang gini,</p>
<p>sang perempuan, &#8220;Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama&#8221;</p>
<p>sang lelaki, &#8220;dan Tuhan yang kami sembah dengan berbagai cara, berkatilah makanan ini agar&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Kutipan ini membuat saya mengenang beberapa kebiasaan yang sering saya lakukan bersama teman-teman kampus, sekitar 7-9 tahun yang lalu, saat akan melakukan sebuah kegiatan. Biasanya kami akan memulainya dengan doa, mengingat saya kuliah di universitas katolik. Namun, karena peserta berdoa tidak semuanya katolik, maka biasanya si pemimpin doa memulai dengan kalimat ini:</p>
<p>&#8220;Teman-teman mari kita bersatu dalam doa, dan ijinkan saya memimpinnya dengan menggunakan ajaran agama &#8230;.&#8221;.</p>
<p>Dari semua kebiasaan ini, saya kemudian bergumam mengenai indahnya kehidupan yang rukun seperti itu. Dalam koridor sebatas pertemanan, hal tersebut sudah sering terjadi. Jangan dengarkan kaum fanatis yang selalu mempermasalahkan agama. Nyatanya, di beberapa kelompok, banyak orang yang mulai dapat hidup berdampingan dengan agama lain. Beberapa kelompok saya bilang, belum semua kelompok.</p>
<p>Namun, beberapa cerita lain seputar perbedaan agama, yang terjadi di sekitar saya, biasanya muncul dari beberapa teman yang ingin melanjutkan hidupnya ke pernikahan. Seorang teman saya bilang, &#8220;Kalau ini memang beneran cinta, kenapa harus gue pisah cuma urusan agama?&#8221;.</p>
<p>Ditanya begitu, ya saya cuma bisa diam. Saya sendiri termasuk orang yang ingin menikah dengan tokoh seagama dengan saya. Alasannya? Pertama, tidak dibolehkan oleh Tuhan saya. Kedua, saya termasuk orang yang &#8216;drama&#8217;, sehingga rasanya saya ingin melewatkan setiap hari bersama pasangan saya kelak, termasuk saat saya mengikuti kegiatan agama. Being together with him, in every single thing i do. Ketiga, males aja kalau urusannya jadi ribet.</p>
<p>Sayangnya, terkadang toh kita bisa bertemu dengan cinta yang &#8216;tidak ideal&#8217;, seberapa pun besarnya kita menolak ketidaksempurnaan itu. Saat ini, misalnya, saya sedang jatuh pada seseorang yang tidak tepat. Kalimat &#8216;tidak ideal&#8217; rasanya kurang pas, because it feels so perfect. Karena itu saya memilih untuk menggunakan frase &#8216;tidak tepat&#8217;.</p>
<p>Secara sadar dan tidak sadar, saya tahu bahwa saya harus berhenti memikirkannya. Namun, terkadang mengontrol kerja otak jauh lebih sulit daripada mengontrol kerja badaniah. Sehingga, yah, cinta yang tidak ideal itu pun masih rutin mondar-mandir di benak saya.</p>
<p>Bisa jadi, itu juga yang terjadi pada mereka yang masih memiliki harapan pada hubungan berbeda keyakinan. Sekuat-kuatnya semangat kita untuk berhenti dari benang kusut tersebut, tapi tidak bisa dipungkiri ada dorongan yang sangat kuat untuk terus bertahan. Apalagi kalau kita yakin mereka adalah sang kecintaan.</p>
<p>Namun, saya sih percaya bahwa pada akhirnya setiap orang akan bertemu dengan cinta sejatinya. Dengan siapa dan selama apapun momen pertemuan itu datang. Mungkin di usia 30-an, 40-an, atau bahkan sedetik menjelang ia menghembuskan nafas terakhir. Idealisme drama saya mengatakan cinta sejati pasti bersatu. Entah bagaimana pun caranya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=141&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/09/11/cinta-tak-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tiba-tiba&#8230;</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/01/16/tiba-tiba/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/01/16/tiba-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 17:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/01/16/tiba-tiba/</guid>
		<description><![CDATA[saya kangen sama mereka. huhuhu&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=140&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>saya kangen sama mereka. huhuhu&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=140&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2009/01/16/tiba-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jangan pergi</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/29/jangan-pergi/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/29/jangan-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 18:35:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya saya abis menonton sekuel Madagascar kedua. Well, nggak sah sebenarnya, karena saya tidak menonton film yang perdananya. Beruntung filmnya sangat menghibur dan cerdas, sehingga saya tidak terlalu buntu meski baru kali ini mengenal karakternya.
Masalahnya, bukan saya namanya bila melewatkan sebuah film tanpa berpikir dan menarik hubungannya dengan diri sendiri. Hal-hal sederhana pun bisa dihubungkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=131&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ceritanya saya abis menonton sekuel Madagascar kedua. Well, nggak sah sebenarnya, karena saya tidak menonton film yang perdananya. Beruntung filmnya sangat menghibur dan cerdas, sehingga saya tidak terlalu buntu meski baru kali ini mengenal karakternya.</p>
<p>Masalahnya, bukan saya namanya bila melewatkan sebuah film tanpa berpikir dan menarik hubungannya dengan diri sendiri. Hal-hal sederhana pun bisa dihubungkan dengan masalah yang terjadi di kehidupan saya saat menonton. Terlihat seperti <em>drama queen</em> memang, tapi mau apa lagi? Hahhaa&#8230;</p>
<p>Contoh paling gres adalah ketika saya menonton Madagascar tadi. Pada dasarnya film ini memang menyimpan banyak sekali <em>life value</em> yang ingin disinggung si pembuatnya. Jadi banyak sekali <em>quotes </em>yang bisa diambil dari film ini. Tapi kok ya dari antara <em>quotes </em>tersebut, yang menarik perhatian saya justru sebuah kalimat singkat yang diucapkan Alex saat sahabatnya, Marty, marah dan pergi meninggalkannya. Dia bilang dengan suara yang lemah, &#8220;Jangan pergi&#8221;.</p>
<p>Saya langsung teringat dengan hidup saya yang morat-marit belakangan ini, terutama dalam hubungan persahabatan. Kemarin itu, saya beranikan diri untuk mengungkapkan kemarahan saya pada seorang sahabat. Saya bilang, &#8220;<em>i lose hope on bestfriend relationships</em>&#8220;. Dia bertanya kenapa, kemudian saya memberi serangkaian alasan, yang bila dirangkum akan menjadi kalimat semacam, &#8220;karena gue marah dan kecewa dengan kalian, karena kalian hanya mementingkan diri sendiri, dan karena wujud persahabatan ideal itu tidak pernah gue temui&#8221;.</p>
<p>Terlihat adanya emosi kemarahan, ya. Ada kekecewaan juga, ada harapan yang berlebihan, dan ada kecenderungan untuk menyalahkan orang lain juga. Namun ketika saya mendengar ucapan &#8220;jangan pergi&#8221; tadi, saya jadi sadar kalau inti semua emosi negatif itu berpusat pada satu alasan singkat yang barangkali akan dibunyikan dengan rasa putus asa, seolah berharap mujizat terjadi, &#8220;karena gue takut lo pergi, melupakan dan meninggalkan gue&#8221;.</p>
<p>Saya seperti terhenyak dan berpikir bila kekecewaan saya belakangan ini mungkin merupakan bentuk kekhawatiran saya akan perpisahan dengan para sahabat. Supaya rasanya tidak terlalu pedih (ketika ditinggal sahabat), lebih baik saya duluan yang menjauh, mungkin kira-kira begitu. Jadi tindakan menarik diri itu dimaksudkan supaya saya bisa melatih diri secara pelan-pelan agar tidak terlalu shock ketika kekhawatiran itu betul-betul terwujud. Jadi mungkin saya tidak betul-betul sedang marah. Justru sebenarnya saya sangat takut dan khawatir sekali.</p>
<p>Lalu pertanyaannya, apakah kekhawatiran itu akan betul-betul terwujud? Nah, ini yang masih saya pikirkan. Beberapa sahabat memang ada yang menghubungi saya belakangan ini, mengucapkan selamat natal sambil menanyakan kabar. Sahabat tempat saya mengutarakan amarah tadi mengatakan bahwa dia akan tetap ada di sekitar saya dan meminta saya untuk tidak putus harapan kepadanya.</p>
<p>Jadi kemungkinan besar memang semua itu hanya kekhawatiran belaka yang tidak terbukti. Namun ego saya kok sepertinya tetap memaksa untuk mengaktifkan mekanisme pertahanan diri. Mungkin agar saya tetap berjaga-jaga ya, bila suatu kali kekhawatiran itu betul-betul terwujud. Jadi saya tidak akan begitu lemah mental bila betul-betul harus berpisah dengan sahabat saya. Ah, jadi sangat mellow sekali.</p>
<p>Well, paling tidak kali ini saya mau mengakui bahwa inti dari semua keresahan ini adalah karena saya takut kehilangan sahabat-sahabat saya. Takut kehilangan satelit hidup saya. Takut kehilangan alasan untuk hidup dan tertawa.</p>
<p>Jadi tolong jangan pergi dulu. Saya tidak akan bersikap begitu &#8216;freak&#8217; seperti saat ini, bila kalian tidak sangat berarti bagi hidup saya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=131&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/29/jangan-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>got to let you go</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/24/125/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/24/125/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 16:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak bermaksud menghilangkan mood di malam natal untuk sesuatu yang menyedihkan. Namun sebuah adegan di film Bruce Almighty barusan sangat membangkitkan emosi saya.
Bunyinya begini,

"Please, God. I still love. But I don’t want to love him anymore. I don’t want to be hurt anymore. Please, help me to forget.
Please, help me let him go. Please, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=125&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><pre>Saya tidak bermaksud menghilangkan mood di malam natal untuk sesuatu yang menyedihkan. Namun sebuah adegan di film Bruce Almighty barusan sangat membangkitkan emosi saya.
Bunyinya begini,

"Please, God. I still love. But I don’t want to love him anymore. I don’t want to be hurt anymore. Please, help me to forget.
Please, help me let him go. Please, help me let him go".

Tampaknya saya akan mengucapkan doa yang kurang lebih sama malam nanti.</pre>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=125&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/24/125/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>to keep and to be kept</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/06/to-keep-and-to-be-kept/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/06/to-keep-and-to-be-kept/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 15:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tugas saya sebagai seorang teman, saya selalu berusaha menjalankan peran sebagai ‘penjaga dan penyimpan’ teman. Sedikit susah dibahasakan ke bahasa Indonesia. Namun untuk kategori bahasa Inggris, mungkin bisa diistilahkan dengan ‘a keeper’.

Sayangnya terkadang terjadi hal-hal ‘gak penting tapi krusial’, yang bikin saya kesal dengan para teman yang sedang saya jaga atau simpan itu. Terkadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=116&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Dalam tugas saya sebagai seorang teman, saya selalu berusaha menjalankan peran sebagai ‘penjaga dan penyimpan’ teman. Sedikit susah dibahasakan ke bahasa Indonesia. Namun untuk kategori bahasa Inggris, mungkin bisa diistilahkan dengan ‘a keeper’.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sayangnya terkadang terjadi hal-hal ‘gak penting tapi krusial’, yang bikin saya kesal dengan para teman yang sedang saya jaga atau simpan itu. Terkadang saya ingin berteriak, “hey, I am a keeper. But if you don’t want to be kept, I won’t be begging”. Ada kalanya saya juga ingin ‘menampar’ mereka yang kerjanya melulu cerita, cerita, cerita, dan tidak pernah mendengarkan! Entah itu tidak mau mendengarkan pendapat saya, ataupun mendengarkan keluh kesah saya. Seolah hanya dia saja yang punya masalah paling hebat di dunia ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Terkadang ingin sekali saya melepaskan atribut profesi baru saya sekarang ini dan bersikap sebagai seorang teman pada umumnya. Yang bisa marah ketika temannya bersikap bodoh dan tidak mau berpikir obyektif, yang bisa kesal ketika temannya hanya muncul ketika sedang punya masalah, dan yang bisa sedih ketika tahu harapan besarnya terhadap sang teman tidak kesampaian. Saya toh cuma manusia biasa yang juga punya emosi. Seberapapun usaha saya untuk menjadi teman ideal, toh saya juga punya batas.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jadi akhirnya saya belajar untuk mengurangi intensitas berteman yang selama ini selalu saya berikan pol, sepenuh yang saya mampu. Jadi jangan heran bila saya jarang menghubungi atau perhatian seperti dulu. Pun begitu, saya tetap memperhatikan teman-teman saya dari kejauhan. Saya tahu cerita mereka, meski mereka mungkin tidak akan lagi memilih saya sebagai sumber berbagi informasi pertama kali.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ya, saya menjauh. Bukan untuk menghindar, namun untuk menjaga keseimbangan peran saya dalam berteman. Biar tidak besar harapan, yang bisa membuat saya jatuh kesakitan saat harapan tidak terpenuhi. Biar tidak kecewa saat tidak didengar, yang bisa membuat saya keselek mendadak karena terlalu sering menelan ludah. Dan yang paling penting, biar saya bisa terus menjaga dan menyimpan para teman dan sahabat, meski itu hanya di dalam hati saya saja.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sedih? Tentu saja. Ada kalanya saya menyesali keputusan saya. Tapi saya sangat sadar dengan pilihan saya. Yang terbaik memang mengurangi harapan, karena persahabatan kental sekalipun memiliki batas.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ini yang terakhir yang bisa saya lakukan..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=116&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/12/06/to-keep-and-to-be-kept/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>one in a million</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/11/25/one-in-a-million/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/11/25/one-in-a-million/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 03:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[barusan saya dapat kabar mengenai kepastian sebuah project. saya akhirnya ikut terlibat, meski sebelumnya diragukan dengan alasan pilihan religi. anehnya, saya baru tahu kalau yang berkeberatan hanyalah seorang individu. individu2 lainnya tidak masalah, secara institusi pun nggak masalah.
saya dan teman yang beragama beda pun hanya tertawa2 saja. kali ini bukan tertawa miris, tapi betulan tertawa.
masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=114&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>barusan saya dapat kabar mengenai kepastian sebuah project. saya akhirnya ikut terlibat, meski sebelumnya diragukan dengan alasan pilihan religi. anehnya, saya baru tahu kalau yang berkeberatan hanyalah seorang individu. individu2 lainnya tidak masalah, secara institusi pun nggak masalah.</p>
<p>saya dan teman yang beragama beda pun hanya tertawa2 saja. kali ini bukan tertawa miris, tapi betulan tertawa.</p>
<p>masih ada ya, orang2 seperti itu di area yang sangat plural ini?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=114&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/11/25/one-in-a-million/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>stay still</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/10/10/stay-still/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/10/10/stay-still/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 17:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[berpikir keras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Hari kemarin saya merasa senang sekali. Diawali dengan sebuah pesan mengenai tawaran eksistensi yang sebenarnya memang sedang saya rencanakan di bulan ini. Kemudian dilanjutkan dengan tawaran eksistensi lainnya. Selain itu, hari ini pertikaian saya dengan ibu yang sangat sengit sejak minggu kemarin juga mulai melunak. Kami sudah melakukan kontak mata! Hehehe&#8230; Dan, oh, jangan lupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=107&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari kemarin saya merasa senang sekali. Diawali dengan sebuah pesan mengenai tawaran eksistensi yang sebenarnya memang sedang saya rencanakan di bulan ini. Kemudian dilanjutkan dengan tawaran eksistensi lainnya. Selain itu, hari ini pertikaian saya dengan ibu yang sangat sengit sejak minggu kemarin juga mulai melunak. Kami sudah melakukan kontak mata! Hehehe&#8230; Dan, oh, jangan lupakan semua rencana pekerjaan yang berhasil dilakukan dengan baik di hari ini. Semuanya selesai, dengan performa yang cukup baik saya tampilkan. Saya jadi diingatkan mengenai betapa cintanya saya dengan dunia yang saya pelajari 2 tahun kemarin. Saya bisa merasakan nyawanya, gairahnya.</p>
<p>Semuanya tampak sangat benar dan di luar ekspektasi saya. Semua keragu-raguan saya mengenai &#8216;pilihan si Tuhan&#8217; langsung termusnahkan. Saya merasa seolah Tuhan ingin menampar saya dan bilang, &#8220;Hey, ini gue! Nggak mungkin gue melakukan kesalahan dan nggak mungkin gue sengaja menganggurkan waktu lo secara sia-sia. Just stay still. Ini gue dan gue tau apa yang gue lakukan&#8221;. Damn, tamparannya begitu keras sampai membuat saya terjaga hingga larut. Sebegitu bodohnya saya, sampai meragukan apa yang sudah Tuhan saya pilihkan buat saya.</p>
<p>Hari ini saya diingatkan untuk sabar dan meyakini bahwa segala sesuatu punya giliran waktunya masing-masing. Bila sekarang belum terlihat, mungkin karena saatnya belum tepat. Mungkin saya harus belajar dulu agar nantinya bisa tampil sesuai &#8216;dresscode&#8217; si empunya pesta. Mungkin saya diharuskan untuk belajar yakin dulu, bahwa Dia nggak mungkin memberikan pilihan yang salah kepada gue.</p>
<p>Dan sambil tersenyum, perlahan saya pun berjalan ke cermin dan melihat bayangan di depan saya. Pada sang bayangan, saya bisikkan kalimat singkat, &#8220;Itu dia, mels! Bukan sembarang orang. Orang lain bisa salah pilih, tapi dia nggak! Itu dia. It&#8217;s him! Him!&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=107&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/10/10/stay-still/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hidup taktis</title>
		<link>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/09/29/99/</link>
		<comments>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/09/29/99/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 17:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mels</dc:creator>
				<category><![CDATA[sakit jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://melsmangunsong.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya menyadari bahwa saya sudah tidak muda lagi. Serius. Mungkin gara-gara quote Donna di film Mamma Mia! yang berteriak, &#8220;stop growing&#8221; kepada teman-teman anaknya. Ya, saya pun seperti itu. Melihat keponakan-keponakan yang dulunya masih kecil dan sekarang beranjak remaja, saya jadi ngeri. Ternyata saya tidak muda lagi. Jiwa boleh jadi masih muda, tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=99&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini saya menyadari bahwa saya sudah tidak muda lagi. Serius. Mungkin gara-gara quote Donna di film Mamma Mia! yang berteriak, &#8220;stop growing&#8221; kepada teman-teman anaknya. Ya, saya pun seperti itu. Melihat keponakan-keponakan yang dulunya masih kecil dan sekarang beranjak remaja, saya jadi ngeri. Ternyata saya tidak muda lagi. Jiwa boleh jadi masih muda, tapi harus menyadari bahwa ada faktor fisik yang terus berjalan dan tidak bisa &#8217;stay young&#8217;.</p>
<p>Saat ini, usia saya sudah 27 tahun. Hampir sebagian besar &#8216;mimpi wajib&#8217; saya sudah terpenuhi, terutama kuliah sampai S2. Masih ada yang belum terpenuhi, seperti memiliki keluarga (termasuk anak, tentu saja), pekerjaan yang mapan, dan rumah yang memadai. Yah, mengingat itu adalah &#8216;mimpi wajib&#8217;, maka sifatnya memang seperti rutinitas. Dalam arti, sampai kapanpun saya harus tetap berusaha mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.</p>
<p>Namun ada juga &#8216;mimpi sampingan&#8217; yang sebenarnya juga menyita perhatian saya. Ada keinginan untuk melanjutkan kuliah lagi, tinggal sementara waktu di luar negeri, bisa membeli apartemen untuk orangtua saya tinggal, dan segudang &#8216;mimpi sampingan&#8217; lainnya. Mungkin karena sifatnya sampingan, maka mimpi jenis ini memang cenderung lebai, alias berlebihan. Tapi coba perhatikan deh, efek kenikmatan yang muncul bila &#8216;mimpi sampingan&#8217; ini terwujud, sepertinya lebih &#8216;kena&#8217;, ya. Bisa jadi karena &#8216;mimpi sampingan&#8217; ini memang sifatnya nothing to loose. Kalau terwujud, itu adalah bonus besar. Kalau tidak, yah paling tidak si &#8216;mimpi wajib&#8217; berhasil diwujudkan.</p>
<p>Tapi saya tidak mau menjadikan &#8216;mimpi sampingan&#8217; bersifat seadanya seperti itu. Kenapa saya tidak menjadikan derajatnya setara dengan &#8216;mimpi wajib&#8217;? Apalagi saya tahu bahwa &#8216;mimpi sampingan&#8217; itu akan membawakan kebahagian yang besar bagi saya. Karena itu, ketika saya menyadari usia yang tidak muda lagi tadi, saya terpikir untuk tidak membuang-buang waktu. Kenapa harus menunggu usia berjalan terlalu tua untuk mewujudkan semua mimpi itu? Bila saya bisa hidup lebih terstruktur, mungkin semua mimpi itu akan mungkin terwujud.</p>
<p>Bagi mereka yang mengenal saya, pasti tahu betapa &#8216;dualitas&#8217;nya diri saya. Di satu sisi saya begini, tapi di lain sisi justru begitu. Salah satunya dalam menjalankan kehidupan. Di satu sisi saya sangat ingin semuanya berjalan secara sistematis, namun di lain sisi seringkali saya menganggurkan semua rencana dan menjalankan hidup secara &#8216;berantakan&#8217;. Semaunya saja.</p>
<p>Karena itu kini saya ingin yang pasti-pasti saja. Ingin hidup saya memiliki strategi yang akan saya jalankan secepat mungkin. Saya pun membuat serangkaian rencana, yang kemungkinan puncaknya akan dilaksanakan 2 tahun lagi, ketika usia saya 29 tahun. Bagi saya itu akan menjadi semacam titik tolak, untuk menjadi seseorang yang saya cita-citakan. Seseorang yang puas dengan hidupnya, yang bangga karena tidak hanya dapat memenuhi &#8216;mimpi wajib&#8217;nya saja, namun juga &#8216;mimpi sampingan&#8217;.</p>
<p>Saya tahu, harapan ini terlihat masih sangat mengawang-awang. Saya juga menyadari bahwa kegagalan bisa jadi akan menghadang saya, telak-telakan. Tapi saya tahu hidup saya akan lebih tidak tenang lagi bila kegagalan itu terjadi karena saya tidak melakukan apa-apa. Buka kegagalan itu namanya, namun hanya pepesan kosong.</p>
<p>At least I try. Paling tidak saya tidak hanya menghabiskan waktu saya dengan bermimpi dan berkhayal. Dan paling tidak saya berusaha untuk membuktikan bahwa semua mimpi ini bukan sekadar impian di siang hari bolong. Kalaupun akhirnya &#8217;sebolong&#8217; itu, paling tidak saya melewatinya dengan kepuasan karena telah mencoba.</p>
<p>Jadi, kali ini saya akan lebih taktis. Penuh perencanaan, meski saya tahu pengejewantahannya akan sangat sulit. Tapi, itu tadi, paling tidak saya mencoba.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/melsmangunsong.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/melsmangunsong.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/melsmangunsong.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/melsmangunsong.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/melsmangunsong.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/melsmangunsong.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/melsmangunsong.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/melsmangunsong.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/melsmangunsong.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/melsmangunsong.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=melsmangunsong.wordpress.com&blog=1998200&post=99&subd=melsmangunsong&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://melsmangunsong.wordpress.com/2008/09/29/99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/126572b90743589102d5b5f6f38de8c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mels</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>