I. Love. You.

21 05 2011

Hampir seminggu ini ia mengabaikan saya.

Mengacuhkan, meski saya sudah mencari perhatian.

Sedih.

Yang paling menyakitkan adalah saya merasa kehilangan seorang kakak lelaki. Yang biasa selalu merespon, memberi perhatian, dan menghibur. Namun biarlah, mungkin memang harus begitu agar saya bisa melupakannya.

Saya rindu kamu.

Saya cinta kamu.

Tapi saya tahu, saya tidak akan pernah memilikimu.

Dan mungkin saya harus belajar untuk kehilanganmu.

Sebagai pujaan, maupun sahabat.

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.