menjadi 27 tahun

24 09 2008

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, entah kenapa kali ini saya malas membuat tulisan reflektif khas ulang tahun. Kali ini saya bahkan belum betul-betul memikirkan tentang formulasi birthday wish saya. Tapi, di ulangtahun saya kali ini, di hari ini, saya merasakan sesuatu yang sangat istimewa. Betul, deh!

Bisa jadi karena ini adalah kali pertama saya merayakan ulangtahun tanpa harus melakukan sebuah kegiatan yang berarti, sementara semua teman saya sedang sibuk bekerja. Akhirnya, yo wis, saya di rumah saja. Hanya sempat membuat satu tulisan super singkat, sudah janji soalnya. Selebihnya, saya sudah hampir mengalahkan penjaga warnet, online seharian.

Tapi justru itu nikmat sekali. Bisa jadi juga karena saya belum pernah betul-betul merasakan liburan, secara fisik maupun pikiran. Karena itu begitu saya membebaskan fisik dan pikiran saya dari berbagai hal njlimet di hari ini, rasanya santai sekali.

Saya jadi punya banyak waktu untuk membalas semua email, sms, maupun komen di wall facebook atau friendster. Saya sempatkan juga online YM yang disambut teman-teman dengan chatting ucapan selamat. Belum lagi yang telfon, bila sebelumnya saya sering buru-buru menjawab, kali ini saya ladeni selama apapun mereka suka. Hmm, kebanyakan sih berhenti karena mereka dipanggil oleh bos masing-masing. Hahaha…

Malamnya, saya, kakak, ibu, dan ayah pergi ke Hongkong Cafe. Ritual khas ulangtahun di keluarga kami: makan-makan di luar rumah. Romantisnya, ketika ingin berangkat, saya mendapat hadiah istimewa dari Tuhan berupa hujan yang turun deras. Wah, Beliau tahu saja kalau saya begitu mencintai hujan. Lebih spesial lagi, saya dapat tambahan voucher makan dari Hongkong Cafe. Sedap, mantap.

Pulangnya mampir dulu di Harvest. Beli kue, untuk dipotong besok pagi. Sekalian ambil lilin, biar Jepan bisa ikutan tiup lilin bareng Tetey Dede (aka saya! hehehe…). Sampai di rumah, kamar terasa nyaman, karena tadi pagi tukang AC datang untuk mereparasi. Lebih senang lagi karena dalam minggu ini niatan saya untuk membeli printer baru tampaknya bisa terwujud. Yipppiieeee…

Ya, saya bahagia sekali hari ini. Terlihatnya simpel sekali memang ulangtahun saya. Tidak ada pesta gemerlap, tapi saya merasa sangat nyaman. Sampai-sampai saya melupakan ketakutan saya mengenai angka 27 keramat (Kurt Cobain, Jim Morisson, dan teman-teman meninggal di usia 27 tahun, mind you!). Tapi, ah, hidup mati di tangan Tuhan. Kapan pun itu, saya tidak punya hak sama sekali untuk tawar-menawar. Iya, tidak?

Ah, sekarang saya mau tidur saja. Secara resmi, besok adalah hari pertama saya di usia 27 tahun. Kebetulan, rutinitas saya juga harus kembali esok hari. Saya sih meyakini akan ada sesuatu yang istimewa di tahun ini. Yah, kita lihat saja. Barangkali keistimewaan itu sudah bisa saya rasakan mulai esok hari! Hahaha…

Tuhan Yesus, terima kasih untuk hari ini, ya. Terima kasih untuk satu tahun lagi dalam riwayat hidupku. Terima kasih untuk keluarga yang indah, teman-teman yang begitu perhatian, semua sms, email, comment, chatting, dan berbagai pesan yang disampaikan lewat doa kepadaMu. Hidup aku, Engkau yang kasih, Tuhan. Karena itu aku tahu bahwa Engkau tidak akan memberikan sesuatu yang sia-sia. Pasti ada maknanya. Pasti ada ceritanya. Lindungi aku di hari-hari esok ya, Tuhan. Love you so…


Actions

Information

Leave a comment