seberapa yakin?

8 06 2008

Bagaimana caranya yakin akan suatu keputusan?

Saat ini saya sedang dilematis, terjebak pada 2 pilihan. Menyebalkan, karena masalah ini seharusnya tidak usah saya pikirkan saat ini, tapi sayangnya begitu mengganggu pikiran saya. Saya sudah mengambil keputusan, sih. Namun keputusan tersebut belum dideklarasikan. Alasannya? Saya belum yakin dengan keputusan tersebut.

Masalahnya dianalogikan seperti ini. Di depan saya tersedia sebuah tiket travelling ke Bandung. Dari dulu saya selalu suka Bandung. Karenanya saya tahu pasti saat-saat saya berada di Bandung tersebut akan menyenangkan. Akan ada keuntungan yang saya dapat ketika saya memutuskan mengambil tiket ke Bandung tersebut.

Namun, di lain hal saya juga sedang berharap mendapatkan tiket ke New York, kota impian saya. Belum tahu pasti apakah saya akan mendapatkan tiket tersebut, namun saya sudah pernah kenalan dengan seseorang yang bisa jadi akan menawarkan saya ke sana. Jadi modalnya sudah ada, namun belum pasti terjadi dan belum ada tiket nyata di depan saya.

Masalahnya, jika saya mengambil tiket ke Bandung sekarang, maka saya tidak akan punya waktu yang cukup untuk melobi kenalan yang bisa membawa saya ke mimpi New York itu. Sementara bila saya memutuskan untuk menolak tiket ke Bandung tersebut, saya khawatir sedang berada dalam dunia khayal dan melewatkan satu kesempatan besar. Meski jaraknya hanya di Bandung, namun tidak setiap hari saya mendapatkan sponsor untuk bebas berfoya-foya seperti itu. Bisa jadi, hanya kali ini saja saya ditawarkan kesempatan itu.

Pemikiran terlalu rumit seperti ini yang mengganggu saya. Apalagi saya juga tidak mau membuat si pemberi tiket menuju Bandung itu kecewa. Namun saya juga tidak mau membuat diri saya menyesal luar biasa, karena tidak mengusahakan agar mimpi besar saya terwujud.

Saya bingung sekali. Terlalu cemas, padahal saya sangat sadar bahwa kecemasan itu bisa membunuh saya perlahan-lahan.

Sejauh ini, saya memutuskan untuk mengusahakan mimpi New York menjadi nyata. Namun entah kenapa, saya tidak yakin betul. Seperti takut membuat kesalahan.

Tuhan aku, untuk kesekian kalinya. bantu aku untuk bertahan pada keputusanku . Beri tahu kalau aku salah mengambil langkah.

Amin.


Actions

Information

Leave a comment